Rabu, 15 Juni 2016

media oh media



Tadi Pagi nonton Muslim traveller, jalan-jalannya diprancis (read:kalau ga salah). Ceritanya dimulai dengan jalan-jalan nonton festival jalan dikota-kota sekitar diakhir festival dinarasikan kalau yang ditunggu-tunggu itu raja media, karena media adalah penguasa.

Eh lalu berpikir kejadian yang baru-baru saja Booming di negeriku tercinta. Kisah penjual nasi dikota Serang yang dirazia petugas dan makanannya diangkut. Yang menurutku diberitakan dengan berlebihan dan disikapi dengan tidak kalah berlebihan, lalu jadi mengiyakan berbahayanya media jika apa-apa ditelan mentah-mentah. 

Sebelumnya baca status temen-temen yang menyayangkan kejadian tersebut dengan dalih orang mau cari nafkah kok ga boleh, Dengan gaya bahasa mereka yang rupa-rupa. Dan ga sedikit juga yang mendukung  karena dirasa bukan sesuatu yang memberatkan. Aku ga bilang mereka salah, hak mereka kok dengan pikiran mereka sendiri-sendiri dan tanggungjawab sendiri pula. Cuma yang kadang bikin Aku tergelitik tuh ya mereka yang banyak angkat bicara adalah saudara seiman, miris. Kakak Saya pedagang makanan, ketika Ramadan gini usahanya dialihkan menjadi takjil, jadwal jualannya juga disesuaikan, lalu apa dagangannya menjadi tidak laku atau setelah ramadan pelanggan-pelanggannya menghilang? Tidak begitu ketika dia berjualan dibulan lain biasa aja. Ketika percaya Rejeki tidak tertukar kenapa harus khawatir berlebihan. Aturan baik yang tidak memberatkan kenapa dipermasalahkan, toh aturannya hanya setempat dan bukan aturan baru.

Kemarin, sempet bicara sambil lalu sama cinta. Dan kami tak banyak pikir, lihat saja nanti kalau sudah ada perubahan semua akan diam seolah tak terjadi apa-apa. Eng-ing-eng tadi belum lama baca katanya sekitar 3000an perda dihapus atau dibatalkan dengan 5 kriteria dan yang mencolok itu kriteria Intoleransi. Suksesnya sebuah pemberitaan.
  
 Sedang berpikir Aku bisa apa ya??

single or couple must happy




Hai..
Semalam dapat sesuatu yang hati degub-degub gimana gitu :D

Ceritanya nih, adikku perempuan 28thn, single. Sore kemarin chit chat via jempol, ternyata sore dia belum pulang kerja ga seperti biasa, katanya ada acara Bukber dikantor. Sampai dirumah setelah magrib, ku kontak dia lagi tanya pulang ada temen barengnya ga. Mengingat dia berkendara sendiri pake roda 2 pula, dengan pemberitaan-pemberitaan yang ada ya aku akui aku sih takut. Menjawab pikiranku, dia bilang “Kalau parno terus ga bisa kemana-mana mesti tunggu ada yang antar” :D. Ku jawab santai “itu saya-itu saya”.

Jawaban ini yang langsung mengingatkanku ke seorang teman lainnya.

Perempuan, 35thn, single. Dengan kesadaran penuh dia bilang kalau dia perempuan mandiri, dia udah biasa ngelakuin apa-apa sendiri, rasanya aneh kalau tiba-tiba ada yang care.

Aku jadi kepikir ternyata keputusan single itu membentuk karakter bertahan sendiri. Cerita gini jadi ngaca sendiri, sepertinya aku bukan orang yang bergantung atau orang yang mandiri. Tapi memang hampir selalu ada yang menyertai kalau mau kemana-mana, dan aku pribadi yang lebih memilih dikunjungi dibanding mengunjungi. Nempelnya ajaran bunda buat keluar rumah inget waktu, yang ngerasa salah kalau keluar rumah sampai dicariin (berartikan ga bisa dipercaya, ga bisa ngatur waktu). 

Catatannya, kondisi ku saat itu (belum nikah) tidak benar-benar sendiri. Dari masa sekolah selalu punya beberapa temen laki-laki, dan seperti kebanyakan temen laki-laki pasti ketemen perempuan perlakuannya baik (dimasa aku sekolah berteman dengan laki-laki tidak membuat Bunda khawatir, mereka bandelnya ga jorok (anaknya Bunda juga bandel sih :D)), Biasanya salah satu jemput aku. Temen-temen perempuanku pun jarang yang suka keluar terlalu jauh atau pulang malam-malam untuk sekedar ngobrol. Ketika sama mantan pacar lebih protektif, kemana-mana ga boleh sendiri diantar aja (semoga sampai kakek-nenek sampai bertemu dialam lain juga begitu). Dan memang pribadiku bukan orang yang risih dengan perhatian-perhatian seperti itu, banyak mikir daripada jalan sendiri iseng, lama, cape, etc, mending dijemput atau disamperin :D. Aku nikah umur 27thn, umur yang ga terlalu muda menurutku untuk berumah tangga.

Itu catatanku, DULU. Pertanyaan kediri sendiri “Seandainya aku belum nikah?mungkinkah aku single?lalu mungkinkah aku juga berpikir seperti mereka?” 

Sedang baca respon adik saya saja langsung berpikir, emang kalau perempuan ga bisa ga keluar malam-malam? Emang kodrat perempuan buat dilindungi di-di yang lain-lainnya lalu kenapa ga mau ditemuin sama yg bisa?mungkin mecari yang benar-benar pas?

Eits, mereka single dengan alasan pribadi loh. Aku ga tau menahu soal itu, terlalu pribadi.

Semoga kita semua selalu bahagia dengan keputusan dan kondisi kita masing-masing... Amin



Kamis, 09 Juni 2016

G jalan

Marhaban Ya Ramdhan...

Telat lagi aku ceritanya ya..


di postingan ini cuma mau kasih tau Baby G lancar jalan diumur 14 bulan. Alhamdulillah.. karena Bundanya udah dag dig dug walau ga rusuh. Sekarang Baby G umur 18 bulan, yang disekitar masih tunggu dia bisa bicara.

Sampai udah 4bulan dia bisa jalan Bundanya belum menuhin nadzar buat beliin dia sepeda. Sabar ya nak, bundanya ngirit mau langsung beliin sepeda roda 4 biar bisa pakai sampai TK :D. Sampai sekarang Baby G masih sering jatuh, bukan karena jalannya belum mantap tapi karena banyak gaya, dari yang mulai jinjit-jinjit, tolah-toleh atau tertarik dengan hal lain tapi tetap melangkah.

Sehat terus ya sayangnya Bunda..

udah ceritanya gitu aja

Oh iya dia udah kuat jalan.. dari rumah sampai mini market terdekat yang jaraknya sekitar 200m, terkadang PP tapi lebih sering sekali jalan. Mungkin beberapa bulan lagi kami bisa jogging :D

see u

Senin, 11 April 2016

Incici gara-gara bintilan

"Jangan terlalu cuek sama badan sendiri"

Itu saran buat ku pribadi sebenarnya, tapi kalau ada yang tersadar Alhamdulillah berarti tulisanku bermanfaat.

Kenapa tiba-tiba Orang cuek ini punya saran super seperti itu? Alasannya karena beberapa waktu lalu harus ngerasain incici di dua kelopak mata karena bintilan *ga keren banget ya.

Awalnya sudah dari beberapa bulan kelopak mata kiri atas ada benjolan dan kuabaikan, mana terpikir kalau itu benjolan ternyata bintilan karena letaknya yang tidak biasa. Maklum aku bukanorang yang senang bertemu dokter :D jadi sering bikin alasan untuk mangkir dari ga tau dokter yang bagus sampai menggunakan Baby G untuk tameng.

Tapi apa boleh buat, tanggal 4 Januari dengan sangat ku berani-beranikan mendatangi dokter Spm. Alasan diberani-beranikan karena takut dengan hal yang lebih besar lagi, awalnya risih karena orang-orang disekitar mulai membujuk agar aku segera periksakan diri, lalu googling sebenarnya apa yang terjadi dengan kelopak mataku. Hasil googling, itu memang bintilan kalau terlalu lama dibiarkan harus diincici kalau lebih lama lagi bisa jadi harus masuk kamar operasi, yang posting di Internet biasanya sudah mengantisipasi dengan tetes mata dengan rekomendasi masing-masing dan yang sudah sampai diincici pun menginformasikan obat yang diberikan dokter sampai prosesnya *membayangkannya saja takut :'( . dipemeriksaan pertamaku ini dokter mengatakan hal yang melegakan karena ya tidak ada apa-apa selain bintilan dan menakutkan karena kalau seminggu tidak ada perubahan mau tidak mau di incici karena takut lebih lama lagi sulit dibersihkan. aku hanya diberikan salep Cendo Mycos, oh iya aku periksa di st.carolus gading serpong dengan dr.Cyntia Spm yang jadwal prakteknya sama dengan jam kantoran 09-17 WIB jadi Ijin deh

Eng ing eng.. seminggu ga lebih baik. ok Aku harus berani ambil resiko, jadi tgl 11 Jan aku menyapa dokter lagi dan tanpa basa basi langsung ditindak. pertama kedua mataku ditetes dikanan satu tetes dan dikiri dua tetes karena yang akan ditindak kelopak mata yang kiri. lalu kelopak mataku di bersihkan dengan alkohol setelah itu diberi suntikan yang rasanya sakit sekali kalau tidak sadar akan lebih membahayakan kalau aku bergerak mungkin aku akan meronta. Ga lama setelah itu aku ngerasa klo kelopak mataku mulai disayat ada rasa yang sulit ku jelaskan. Hanya sekitar 10 menit prosesnya :D

Lalu dua minggu berikutnya Aku harus balik lagi ke dokter untuk mengincici kelopak bawah mata sebelah kanan prosedurnya sama hanya sebaliknya saja. Dan rasanya jauh lebih sakit, maka ku tekadkan untuk tidak berurusan lagi dengan mata. takuttttttt..


habis semua itu langsung sembuhhhh???? enggak... hiks lumayan lama .. tapi release tulisan ini alhamdulillah sudah ok lagi

Senin, 21 Maret 2016

Baby G fingers Painting



Sabtu sore,tanggal 19 maret 2016

Udah lama kepikiran mau paktekin tapi karena kemalasan satu dan lainnya tertunda terus. Baru sabtu terealisasi. alih-alih pakai pewarna makanan aku malah pakai pasta kue. ga banyak warna karena yang ready warnanya cuma ini. mengikuti postingan bunda-bunda kece sebelumnya. ku ikuti lah caranya, walau akhirnya takarannya ya pakai takaranku aja maaf ya buat yang sudah ku contek . 

ini persiapanku :
 bahan cat ; pasta warna-warni, tepung maizena, air, gula garam (kayak mau bikin kue). 
                  semua dicampur, panaskan dengan api kecil
 bahan lainnya ; meja lipat (meja punya ayah), kertas HVS (minta dari kantor) :D

soal meja itu sih skip aja. Itu sih karena dirumah cuma ada 2 meja, meja tamu dan meja bar dan meja belajar lipat kepunyaan si ayah klo lagi gambar, dilantai dikanvas atau dimana aja itu bebas. Aku mikir sekalian membiasakan Baby G menggunakan meja. jadi dia mulai berlatih tau area kerjanya. kalau dilantai bisa-bisa selebarnya teras dirusuhin.

keseruannya menjalar ke mbah yang jaga juga, Ayah Bundanya ga kalah asik. mengganggu Baby G, sampai dia kesel dan mewarnai wajahnya sendiri (celemotan time). memberi kesenangan tersendiri melihat baby G kotor begitu.

Seneng karena baby G nyaman-nyaman aja ngegunain jarinya untuk pegang catnya yang agak lengket.
Seneng karena baby G bisa diarahin untuk gunain kertasnya bukan ke yang lain2nya (keluali pinggiran meja dan wajahnya tentu)
Seneng karena baby G happy ngejalaninnya.
Seneng karena saat harus disudahin ga ada drama ambek-ambek
Seneng karena baby G bisa berekspresi lihat karyanya monyong-monyong, a o a o (walau ga tau juga apa maksudnya)
Seneng karena sedikit usaha bisa bikin orang se rumah tawa-tawa.

nanti coba yang lain lagi, sampai jumpa dicerita lain. semoga yang membaca ini pun bahagian dengan hal-hal kecil.

terimakasih G, muachhh..
 
 

Selasa, 19 Januari 2016

Baby G Born Day *late post

Satu tahun Baby G yang kami lewati dengan sederhana.

Menyisihkan uang yang bisa untuk mengadakan perayaan untuk disumbangkan (kenapa diungkapkan disini: untuk mengingatkan G nanti kalau ayah bundanya ga lupa hari sepesialnya walau dengan cara-cara yang mungkin tak dia inginkan. siapa tahu dia akan lebih memiliki jiwa memberi lebih daripada orang tuanya.. amin). Dikeluarga banyak yang melihat aneh pilihanku ini (kenapa pilihanku karena sebelumnya Suami sudah menanyakan dan membebaskanku), sesederhana apapun acaranya keponakan-keponakanku di usia 1 tahunnya selalu ada perayaan. buatku itu semua hanya pilihan, doa terbaik untuk putri bunda tersayang, ya nak..

Luar biasanya keluargaku, hmm keluarga kami ding.. walau tak semua keluarganya begitu (lagi-lagi ini hanya pilihan untuk menilai). Karena kami sebagai orang tua G tidak membuat apapun, akhirnya eyang ndutnya mengkhususkan waktu, tenaga dan uang belanjanya :D untuk memasak nasi kuning untuk baby G (buat yang jelous.. :D maaf nih ya). tidak berhenti disitu Adik kesayanganku (karena adikku cuma satu), membuatkan Baby G bingkisan untuk diberikan ke teman-temannya (ah.. ank-kecil2 dilingkunganku tinggal). Subhanallah .. sesuatu sekali

Tanpa diminta bude-budenya memberi G kado. temen dikantor ga lupa juga. Nikmat mana yang akan ku ingkari dengan semua yg terjadi ini. Alhamdulillah


Jumat, 18 Desember 2015

Baby G Duduk dan Merangkak

Mungkin dimata banyak orang tumbuh kembang baby G agak sedikit dikejar-kejar, telat gitu. Tapi dari sisi seorang ibu, aku cukup mengerti kenapa baby G begitu. bukan mencari pembenaran atau menerima dengan pasrah. hanya menyadari perlakuan kami ke baby G diawal-awal kelahirannya kurang menstimulasi, orang tua baru mengurus sendiri, semua serba terlalu hati-hati :D

Walau terkesan lambat tiap tahapnya, kami tetap menikmatinya. perubahan-perubahan kecil dari yang hanya bobo manis, lalu mulai bisa miring-miring, mengeluarkan suara "ooou" sambil menguap, senyum-senyum, tengkurep, mulai mulai belajar duduk dan merangkak.

Jadi ingat sebelum baby G bisa duduk sendiri, kami sering membuatnya duduk, ntah disandarkan dibangku, dibantal, atau dipangkuan kami. mimik lucunya saat tubuh gempalnya lungsur dari sandaran. diusianya yang 6 bulan akhirnya bisa duduk sendiri dan tepat sekali yang happy luar biasa ya kami.

setelah happy baby G bisa duduk sendiri, kami dikejutkan lagi dengan gayanya mengangkat badan ready to merangkak. dan kami harus sabar menunggunya berani melakukan gerakan pertama, karena baby G senang sekali menggoda kami dengan gaya merangkak memaju-mundurkan badanya lalu duduk .. hahahahaha.. kami sudah semangat memberi dorongan kadang hampir berteriak, tapi sering berakhir dengan memeluk gemas baby G. 

Ketika saat yang ditunggu datang, ga ada yang bisa melarangnya ketika inginnya untuk mengeksplore banyak hal muncul. ok.. semangat, dan lebih hati-hati lagi menjaganya.

tengkurap / tengkurep ah karep mu ae

Memelihara pikiran positif itu perlu. sangat-sangat perlu. yang penting itu baik dan benar dulu untuk kita lalu kebaikan itu akan menyebar sendirinya ke lingkungan sekitar. dan itu yang selalu ku coba untuk terapkan tiap harinya. Kenapa aku bisa bilang gitu ya karena beberapa waktu ini sangat-sangat bermanfaat *agak lebay ya kata sangatnya diulang-ulang gitu.

Saat hamil, Aku lebih sering membaca apa pun tentang kehamilan alasannya satu ga semua orang menjawab seperlunya atau lebih memberi masukan ada juga orang yang malah menghakimi harusnya ini harusnya itu tanpa tanya bagaimana kondisi kita, pokoknya yang dia tau dan pengalamannya aja itu yang bener :D. bukan berarti ga tanya ke orang-orang langsung, tapi tanyanya ya ke orang yang ku tau gimana kemungkinan dia menanggapinya. lebih dari itu ya biar happy terus tiap hari :D jadi kan mikirnya positif terus.

Dan sekarang dengan adanya Baby G, tentu semakin banyak lagi PR nya dan tentu lebih banyak lagi suara-suara yang ini atau yang itu, bukan cuma dari keluarga tapi juga dari orang-orang yang kita kenal. anak umur segini kok belum bisa ini anak umur segitu kok blom bisa itu,dibumbui dengan kata "tiap anak emang beda-beda sih  tapi anak aku udah ini anak aku udah itu", ngekkk..

karena tau tantangan punya anak itu ya begitu lah maka pintar-pintarlah membekali diri, dengan apa saja, biar menyikapinya ga pake otot sambil ngotot *hahahahahaha..

Emang lo punya bekel apa sampe bilang gitu?  :D ga banyak, paling tidak belajar untuk tidak banyak membagi cerita tumbuh kembang anak ke banyak orang yang belum tentu mau dengar, belajar buat kasih senyum buat orang-orang yang ngerasa anaknya sendiri yang paling super, belajar bilang iya atau oh begitu, dan yang paling benar belajar cari tau proses tumbuh kembang anak ke pakarnya atau ke ana aja yang terpercaya dan bukan katanya-katanya. :D

Sebagai Ibu ga ada sih yang ga khawatir atau ga pingin anaknya tumbuh optimal tapi ga harus juga kan ngecilin anak orang lain. :D.. jangan bilang masa gitu sih..  ini Indonesia dimana banyak orang yang jago berkomentar :)

kok panjang lebar gitu sih bahas positif thinking.yang buat diri sendiri aja, biar semangat terus pelihara hal-hal baik.

***
Mau cerita apa sih sayang?

:D aku mau bilang kalau Baby G tengkurap sendiri diusianya 4 bulan beberapa hari.tidak tepat 4 bulan Terimakasih Tuhan, Kau titipkan padaku gadis kecil yang luar biasa. Maaf tak ada gambar :D

Deg deg-an.. ya iyalah... pas umurnya 4 bulan pas, mikir walau ga pake banget kapan anak ku bisa tengkurep nih. mengingat kurva berat badannya naik turun agak sedikit khawatir juga.

agak lebay sih aku nya, Baby G udah bisa tengkurep kurang dari 4 bulan tapiiiiiii balik telentang sendirinya itu yang lebih dari 4 bulan. kebiasaan dari dulu sih klo blom bisa tuntas ngerjaain sesuatu berarti blom berhasil :D

Selasa, 24 November 2015

Baby G mamam

Hai hai hai... udah tanggal 24 nih.. debay Gendis udah setahun menemaniku. tapi kali ini mau cerita yang lain dulu...

Aku kan ceritanya ibu jaman sekarang ya :D yang hidup diera gadget. buat ku pribadi lebih banyak uantungnya. hal yang paling dirasa adalah cepat dapat jawaban :D *tukang tanya ke uncle Google.

sampai-sampai sebelum diceramahin sama Mama soal urus anak dan lain-lainnya itu aku antisipasi dengan googling.. hasilnya memuaskan. dari A-Z ku cari infonya. dari selama cuti dengan Hp setelah kembali kekantor tentu dengan sedikit waktu kantor :D.

Usia Gendis 3 bulan beberapa hari, Gendis ku tinggal dengan Mama karena harus kembali bekerja *ditinggal dirumah mama hanya dengan mama itu diluar rencana kami. Nah.. ini serunya, Mama itu dulu kasih maem anak-anaknya diusia beberapa hari kelahirannya, termasuk aku, dan aku seperti kebanyakan Ibu muda baru lainnya ingin memberikan ASI Ekslusif. :) 

Dilema pun dimulai. Mama memintaku untuk memberi Baby G makan setelah beberapa hari  bersamanya. setali tiga uang mama mertua pun menayakan hal serupa, karena mertua mungkin ga leluasa untuk banyak tanya atau menasehati. menjelaskan ke mereka kalau bayi smpai 6 bulan ga apa hanya dikasih ASI itu butuh mental yang kuat, karena akan dibandingkan dengan jaman mereka dulu. Aku bukan anak yang senang beradu argumen, lalu ku coba cari solusi biar semua tenang dan tentu aman buat baby G. Cari solusi dengan tanya-tanya Ibu muda lain kalau-kalau mereka juga menemui hal serupa dan yang mudah tanya ke mbah google. Setelah memikirkan dan meyakinkan diri sendiri, akhirnya ku turuti untuk memberi baby G makan. Jangan parno ya, bukan dengan hitungan berapa ratus gram atau berapa puluh gram, atau makanan berupa bubur, bukan itu tapi hanya 4-5 kerat pisang susu dengan sendok bayi kecil. Yah, Mama dan mama mertua ga segila ibu lain diberita yang bayinya diberi makan berlebih. Makanya aku mau belajar memahami nasihatnya, Bayi itu butuh dikenalkan biar nanti kalau lepas ASI ga terlalu rewel. Kasih makannya pun jangan langsung banyak atau langsung padat :) sampai usia Baby G 6 bulan rutin ku kasih maem siang pisang *hanya siang.

Tahapan pemberian makan bayi sudah dijelaskan mama dan mama mertua, dokter Baby G pun juga, sebagai Ibu muda kreatif yang tidak full dirumah harus pandai-pandai memanfaatkan waktu untuk belajar banyak dan belajar cepat. cari resep makanan atau malah bereksperimen sendiri kerap mewarnai keseharianku. Macam-macam pure ku coba, Aku berniat sebisa mungkin menyiapkan makan untuk anakku dengan tanganku sendiri kalau makan siang dan sore tak bisa menyuapinya sendiri paling tidak baby G tau kalau yang menyiapkan Bundanya.

Baby G makannya apa? sama dengan bayi pada umumnya. sama seperti resep-resep MPASI yang beredar didunia maya atau di mana pun yang kamu tau. Baby G juga makan dengan sesuai tahapan kekasaran makanannya. dan usia 1tahun ini baby G sudah bisa maem nasi dengan tekstur lembek. baby G sudah punya 4 gigi atas dan 2 gigi bawah, jadi kalau lihat dia makan lucu.. 

baby G makannya susah ga? sama seperti bayi lainnya, adakala gampang adakalanya susah tiap suap yang dia mau telan adalah kebahagiaanku. karena ada masa-masa dimana dia susah makan, aku siapkan cemilan biar ga rewel. apa makanan kesukaan Baby G? percaya atau tidak dia suka krupuk. dia suka sensasi kriuk-kriuk saat dia menggigitnya. lucu, tenang aku hanya memberinya hanya saat makan dengan jumlah yang tidak banyak.

sehat terus ya baby G nya Bunda.
 

Selasa, 29 September 2015

Hari-Hari yang membuat Candu, ngeri-ngeri menyenangkan

Keluar RS masalah selesai?????? xixixixixi ya ga lah ya

hai hai hai

Mau cerita Masalah dan Solusi awal-awal ngerawat Gendis.

Dari awal tau hamil udah diskusi soal banyak hal yang akan kami hadapi. termasuk topik ini.

Jadi gini, Aku mau setelah lahiran stay dirumah sendiri, lalu masalah yang muncul emang Ibu baru ini bisa apa dan ngerti apa ngurus bayi. sampai aku punya Gendis aku ga pernah benar-benar urus bayi :D, lalu siapa yang bantu diriku ini. mama dengan jelas menyatakan ga bisa bantu kalau harus tinggal dirumahku, maklum mama masih punya satu anak gadis yang masih menjadi tanggung jawabnya. Suami coba menanyakan mama mertua, yang alhamdulillah menyanggupi untuk membantu. Aku ga berani bertanya akan berapa lama mama mertua bisa bantu, semua ku niatkan baik, ku jalankan benar dan ku pasrahkan pada Yang Kuasa. dari sini sudah ga banyak pikir, pokoknya memelihara pikiran agar terus positif biar cepat pulih dan baby Gendis yang lahir dengan berat 2,8 ini bisa tumbuh baik, sehat.

Setiap detail orang-orang yang berpengalaman memperlakukan baby Gendis ku amati, ku ingat-ingat dengan baik. Aku orang yang berpikir penuh antisipasi kalau-kalau tak ada yang bisa dengan suka rela dimintai bantuan. Aku sangat-sangat bersyukur sikap keras kepalaku ini diimbangi dengan kemampuan belajar yang lumayan cepat. untuk masalah belajar, aku belajar dari mana saja, siapa saja, karena menurutku satu masalah yang sama akan berbeda eksekusi penyelesaiannya tergantung pribadinya masing-masing. Aku mulai cari informasi untuk merawat bayi, tumbuh kembangnya nanti jauh hari sebelum baby gendis lahir. Aku pikir teorinya harus ada dikepalaku nanti saat prakter tiba jadi tidak perlu terlalu panik.

eng ing eng.. masalah didepan mata. Mama mertua pamit pulang setelah seminggu dirumah. ow ow bagaimana ini. merengek?? bukan aku ah.. kesel?? ya, sedikit.. panik?? ga terlalu.. dari sebelumnya tau kalau bayi ga harus mandi sering-sering (jadi kalau terpaksa ga bisa mandiin ya dilap aja.. okeh :D), selama mama mertua dirumah, tiap kali mandiin baby gendis selalu standby ngeliatin. dan harinya pun tiba, aku ga rela baby gendis kegerahan karena ga mandi, ya sih waktu baby gendis lahir masuk musim hujan. tapi siang lebih sering terik dan aku tidak memfasilitasi gendis pendingin saat siang hari (maksud hati biar kelak dimana aja dengan kondisi yang gimana pun dia akan baik-baik aja. ga manja karena ga mau keringetan atau ga mau bau keringat. Ayah sama Bunda lahir dikeluarga sederhana, yang kalau panas kepanasan dingin kedinginan.. kece ya nak kayak Bunda :D). Sepulangnya mama mertua, mama disini mulai berisik buat cari orang atau apa gitu buat bantu urus gendis dan mama mertua pun riweh suruh terapi (maksudnya massage di bidan, klinik, rs atau apa gitu. mama mertua itu orang desa yang terkontaminasi kekota-kotaan :D). Okeh.okeh.okeh.. jangan marah-marah *menenangkan diri, aku minta sama suami untuk coba tanya ke orang sekitar ada dukun bayi ga(hahahahahha.. emak-emak konvensional). eits.. pilihan ini setelah pemikiran loh.. dari waktu, tempat, sreg nya sampai soal biayanya huhuhu.. Setelah seminggu sendiri berusaha mengurus baby gendis dengan segenap kemampuan (halah apa coba) akhirnya jodoh dipertemukan oleh dukun bayi. Praktis 2 minggu kedepannya dibantu emak urut untuk mandiin dan urut. weits.. tapi ga serta merta baby gendis mandi nungguin emak urut ya.. slebor-slebor gini, risih juga klo liat baby gendis blum mandi.Jadi kebiasaan baby gendis sudah rapi wangi sebelum bapaknya berangkat kerja. Ga jarang emak urut datang hanya untuk urut-urut gendis dan tapel-tapel perut gendis pakai daun-daunan, puncaknya emak urut cukur rambut baby gendis sampai plontos :D. terimakasih banyak emak udah bantu dan ajari ibu baru ini merawat anak

Dua minggu ga lama-lama banget ternyata. Kontrak dengan emak urut selesai sudah, cuma tetep minta beliau datang kalau ku rasa gendis butuh. hohoho... apa kabar dua bulan kedepan.. yup berdua baby gendis aja sampai bapaknya pulang kerja. Ga banyak aktifitas sama gendis, karena dia masih lebih lama bobonya daripada bangunnya. Hal lucu itu, aku ga berani mandiin gendis secara tengkurap. jadi punggungnya hanya ku usap-usap lewat bawah  :)). pernah juga dua kali coba tengkurepin pas umur gendis hampir 3 bulan dan yang terjadi adalah wajah baby gendis terendam air, lucu, deg-degan, gemetar dan stop buat coba lagi. selama dirumah berdua gendis belajar banyak hal, dari nyocokin seberapa sering bayi per-usia pipis, bab, mimi susu, bobo juga perubahan warna ee, gerak wajah, gerak tangan pada bayi kebanyakan dengan baby gendis. semua normal hanya yang mencolok berbeda adalah mimi susu nya, gendis relatif jarang mimi susu. Jangan kira semua mudah-mudah saja, ya memang sudah dilalui tapi ada masa-masa yang benar-benar membuat galau, sampai usia gendis 3 bulan dia sering sekali gumoh, bahkan bisa dibilang muntah dan yang paling mengkhawatirkan saat beberapa kali baby gendis gumoh/muntahnya banyak bisa dibilang sangat banyak. Andai aku ga sadar kalau situasi yang ku hadapi ini adalah seizin Allah mungkin sudah menggegerkan banyak orang, aku berusaha tenang dari mulai membersihkan baby gendis, menenangkannya, menidurkannya, membersihkan pakaian kotornya setelah itu googlelah teman setia yang menjawab semua pertanyaanku tanpa balik bertanya apalagi menyudutkan atau menghakimi. Setelah yakin atas apa yang dialami baby gendis orang satu-satunya yang ku kabari adalah bapaknya. bukan karena ga ada yang bisa ku kabari atau ku tanyakan dengan suara hanya saja aku tidak siap. saat ke dokter baru kutanyakan apa yang ku alami, dSpa Baby gendis menenangkan klo itu ga apa, karena kejadiannya ga berturut-turut. Aku tuh orang yang ga suka liat orang panik tapi panik doang.

Tiga bulan yang luar biasa, luar biasa mengejutkan, luar bisa cape, luar biasa takut, luar biasa bodoh, luar biasa menyenangkan. Baby gendis adalah pengalaman baru yang akan ku jalani kedepan, Aku akan berusaha tumbuh bersamanya :D

karena waktu tak bisa terulang yang tertinggal selalu kenangan. so nikmati aja yang ada.

***

Terimakasih Ya Allah menitipkan Gadis yang luar biasa, dalam diam dan tangisnya selalu memberiku semangat untuk lebih baik.

Ayah, Kita usahakan yang kita bisa ya

Keluarga, lingkungan, teman ku akan coba rangkul. ingin ku Gendis bergaul benar dan baik

Gendis sayang, selalu sehat ya. kita warnai hari-hari kedepan dengan cerita-cerita kita. Bunda dan Ayah punya kewajiban memberimu kelayakan dalam semua hal. menjadi penyelamat kami di hadapan-Nya adalah Reward tersendiri untuk kami. 

mau liat baby gendis Ga? :D ngegemesin loh dia


Senin, 28 September 2015

Imunisasi

List Imunisasi Gendis.. sampai 9 bulan

Kamis, 13 Agustus 2015

cap kaki gendis :D


xixixixi... Sebelum lihat wajahnya yang belum tentu mau ku share disini lihat cap kakinya dulu ya..

catatan.. saat cap ini ada aku belum kasih nama buat Gendis *itu nama untuk gadis ku :D